PortalBungo.ID, Bungo - dinas kesehatan kabupaten Bungo mengajak kelompok masyarakat lansia yang belum divaksin untuk segera lakukan vaksinasi sebagai salah satu perlindungan utama terhadap COVID-19. Kelompok lansia saat ini menjadi salah satu termasuk kelompok dengan risiko dampak kesehatan paling tinggi apabila terpapar COVID-19. (10/11)

Berdasarkan Tersebut, tingkat kematian akibat COVID-19 paling tinggi terjadi pada kelompok lansia. Dari total pasien yang meninggal akibat COVID-19, sebanyak 46,6% di antaranya merupakan lansia.

Di sisi lain, berdasarkan realisasi vaksinasi kelompok lansia baru mencapai sebanyak 5,4 juta untuk dosis 1 atau lebih dari 25% dari total sasaran, 21,5 juta orang. Adapun realisasi vaksinasi dosis 2 baru baru mencapai 3,9 juta orang, atau 18,1% dari target.

Untuk itu, dinas kesehatan kabupaten Bungo Dr. Safrudin motandang menyatakan bahwa ini terus mendorong kelompok lansia untuk segera vaksinasi. Kelompok lansia harus diprioritaskan untuk mencegah kasus berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

"Generasi lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko kesehatan yang paling tinggi apabila terpapar COVID-19. Oleh karena itu, dinkes kabupaten Bungo mengajak semua lansia segera melakukan vaksinasi. Semua jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan aman dan berkhasiat," ujar Safrudin motandang

Kepala Dinas kesehatan kabupaten Bungo menerangkan bahwa secara umum, syarat untuk vaksin lansia sama dengan yang lain. Namun, ada beberapa ada pertanyaan tambahan yang perlu diperhatikan terkait kondisi kesehatan yang meliputi kemampuan fisik dan potensi komorbid.

Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan di antaranya, ‘Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?’, ‘Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?’, ‘Apakah mudah merasa kelelahan?’, ‘Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?’, dan ‘Apakah mengalami kesulitan dalam berjalan sejauh 100-200 meter?’.

"Jika ada 3 jawaban "Ya" atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin COVID-19 tidak bisa diberikan," ujar Safrudin motandang.

Dengan dapat menyusun strategi untuk mendorong vaksinasi bagi kalangan lansia. Pemerintah daerah perlu melakukan alokasi khusus untuk penduduk lansia di setiap pelaksanaan vaksinasi, baik di fasyankes maupun di tempat lain.

Menurutnya, kelompok lansia harus diprioritaskan untuk menerima vaksinasi. Memahami setiap daerah akan mengalami tantangan tersendiri dalam menggenjot vaksinasi untuk lansia, kepala dinas kesehatan kabupaten Bungo dr. Safrudin motandang mengharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk membujuk dan mengajak para orang tua untuk vaksinasi.

“Kita memahami saat ini tengah meningkatkan cakupan vaksinasi untuk semua populasi, tetapi kami berharap dan berupaya supaya populasi lansia yang memiliki kerentanan untuk mendapatkan gejala parah dan bahkan kematian dapat diprioritaskan. Mari kita bujuk, ajak, daftarkan dan dampingi orang tua kita untuk menerima vaksin covid-19 di tempat pelayanan vaksinasi terdekat,” katanya

Dalam hal mendorong kemauan lansia mendapatkan vaksinasi, dengan ini. perlunya membentuk pola pikir baru pada lansia, bahwa sesungguhnya dalam usaha nasional vaksinasi ini, lansia dapat menjadi garda terdepan dan memberikan contoh kepada yang lebih muda.

"Vaksinasi adalah sebuah keharusan. Bukan karena kita lansia maka dikejar vaksinasi, justru lansia harus punya keikhlasan. Usia bukan jadi halangan untuk berbakti kepada negara," tandasnya.

"Lansia adalah akses tertinggi yang perlu dipelihara pemerintah karena memiliki pengalaman panjang. Karena tua dan berpengalaman, maka kita harus bisa menjaga diri sendiri karena paham pentingnya kesehatan," tambahnyat

Definisi lansia di Indonesia, menurut kepala Dinkes kabupaten Bungo, adalah yang berusia di atas 60 tahun. Kelompok ini memiliki risiko tinggi untuk Covid-19 dalam hal gejala penyakit berat serta kematian. Di Indonesia, 46 persen lebih kematian Covid-19 terjadi pada lansia.